Dapatkan Pandangan Pertama Pada Desain Untuk Hotel Twa Baru Di Bandara Jfk

Pusat Penerbangan TWA yang ikonis di Bandara Internasional John F. Kennedy Kota New York sedang direnovasi menjadi hotel butik baru dengan desain yang menggugah karya agung modern abad pertengahan karya arsitek Eero Saarinen.

Foto: Max Touhey

Terminal TWA pertama kali dibuka di 1962 tetapi telah ditutup sejak 2001, ketika Trans World Airlines mengajukan kebangkrutan dan diakuisisi oleh American Airlines.

Bangunan ini ditunjuk sebagai tengara Kota New York di 1994 dan terdaftar di Daftar Tempat Bersejarah Nasional di 2005. Terminal sejak itu tetap tertutup untuk umum, meskipun Open House New York telah menjadi tuan rumah sesekali wisata untuk sejumlah pecinta arsitektur.

Foto: Max Touhey

TWA Hotel yang baru diharapkan akan selesai pada akhir 2018 dan akan menampung tamu 505 dalam struktur baru yang akan diatur kembali dari terminal asli. Rencana untuk properti baru termasuk konferensi, acara, dan ruang pertemuan, hingga delapan outlet makanan dan minuman baru, dan dek observasi 10,000-persegi-kaki terbuka untuk umum.

Proyek hotel diawasi oleh perusahaan investasi MCR Development, yang menciptakan High Line Hotel di New York City. Dalam kemitraan dengan JetBlue Airways, MCR mengawasi rehabilitasi terminal bersejarah dan memulihkan interior aslinya oleh Charles Eames, Raymond Loewy, dan Warren Platner. MCR juga mengawasi pembangunan gedung hotel baru, yang akan mencakup sebuah museum yang didedikasikan untuk Jet Age, sejarah TWA, dan desain Modern Abad Pertengahan.

Untuk menunjukkan rencananya untuk proyek ini, MCR menciptakan TWA Lounge di lantai 86th 1 World Trade Center di pusat kota Manhattan yang akan berfungsi sebagai kantor untuk pertemuan dan penjualan tim acara hotel. Travel + Leisure mendapat pandangan pertama di lounge, yang memberi penghormatan ke aula besar lounge merah terminal Saarinen yang tenggelam.

Foto: Emily Gilbert

Foto: Emily Gilbert

Foto: Emily Gilbert